Menguatkan Internasionalisasi, Dosen FKIP Unmas Denpasar menjadi Narasumber dalam COIL di the University of Cagayan Valley (UCV), Filipina

Menguatkan Internasionalisasi, Dosen FKIP Unmas Denpasar menjadi Narasumber dalam COIL di the University of Cagayan Valley (UCV), Filipina

           

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar) bersama dengan mitra kerja sama luar negeri yaitu School of liberal Arts and Teacher Education, the University of Cagayan Valley (UCV), Filipina menyelenggarakan Collaborative Online International Learning (COIL). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Mei 2026 secara daring. COIL tahun ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa baik dari Unmas Denpasar maupun UCV. Hal ini merupakan salah satu langkah FKIP Unmas Denpasar dalam mendorong proses internasionalisasi yang dapat memberikan mahasiswa atmosfer yang berbeda dalam proses pembelajaran.

Unmas Denpasar dan UCV COIL mengambil tema Glocal Pedagogy: Bridging Indonesian and Philippine Standar for the Professional Teachers of Tomorrow. Kegiatan ini memberikan pemahaman pada dosen dan mahasiswa tentang bagaimana standar pendidik profesional di Indonesia dan Filipina. Selain peningkatan pengetahuan teknis, program ini bertujuan membangun jejaring profesional antar-lembaga dan mendorong inisiatif bersama dalam kegiatan akademik. Unmas Denpasar dan UVC berharap hasil kegiatan akan memperkaya kualitas pendidikan guru dan mempercepat harmonisasi standar kompetensi pendidik di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kesempatan ini, Dr. Putu Candrawati, S.Pd., M.Pd. dari FKIP Unmas Denpasar dan Kevin Narisma, LPT, MST dari UCV didaulat sebagai narasumber yang menyampaikan tentang Teachers’ Welfare and Rights atau Kesejahteraan dan Hak-Hak Guru. Dalam paparannya, narasumber mempresentasikan pentingnya ketentuan atau regulasi yang memastikan kesejahteraan dan melindungi hak-hak guru. Di samping itu, bagaimana peran organisasi profesi dalam melindungi hak-hak guru juga dibahas.

Kegiatan Unmas Denpasar dan UCV COIL berlangsung dengan sangat baik. Interaksi yang terjadi juga menunjukkan bahwa kegiatan ini menjadi model yang dapat digunakan untuk menghadirkan perspektif lain bagi mahasiswa dalam pembelajaran. Mahasiswa juga dapat saling mengenal satu dengan yang lain dan pemaparan dari kedua narasumber memberikan konteks yang komprehensif terhadap kesejahteraan dan hak-hak guru di Indonesia dan Filipina. Hal ini juga didukung oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan yang mengatakan bahwa mereka mendapatkan ilmu baru dari perspektif yang berbeda sehingga mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif.

Pimpinan dari UCV juga memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga mengharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan materi yang lebih banyak sehingga mahasiswa dari kedua universitas dapat mempelajari hal-hal penting terkait keilmuan mereka. Hal serupa juga disampaikan oleh Pimpinan FKIP Unmas Denpasar dengan menegaskan kembali bahwa kegiatan serupa dapat digunakan sebagai salah satu stimulasi untuk meningkatkan dan menguatkan kegiatan-kegiatan terkait proses internasionalisasi Unmas Denpasar. Setelah pemaparan materi secara daring, kegiatan COIL akan dilanjutkan dengan diskusi dan penugasan bersama antara mahasiswa dari FKIP Unmas Denpasar dan School of liberal Arts and Teacher Education UCV

Keluargas