
FKIP Unmas Denpasar dan University of Cagayan Valley (UCV), Filipina Bahas Makna Profesi Guru Melalui COIL 2026
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar) kembali memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan Collaborative Online International Learning (COIL) 2026 bekerja sama dengan School of Liberal Arts and Teacher Education, University of Cagayan Valley (UCV), Filipina. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 22 Mei 2026 ini mengangkat topik “Teacher as a Person & Vocation” sebagai bagian dari tema besar COIL tahun 2026, yaitu “Glocal Pedagogy: Bridging Indonesian and Philippine Standards for the Professional Teachers of Tomorrow.”
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. I Ketut Wardana, S.Pd., M.Hum. dari FKIP Unmas Denpasar dan Dr. Olivia Pasicolan dari UCV Filipina. Sesi ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari kedua institusi yang antusias berdiskusi mengenai makna profesi guru dalam perspektif budaya, etika, dan standar profesional pendidikan di Indonesia maupun Filipina.
Dalam pemaparannya, Dr. I Ketut Wardana, S.Pd., M.Hum. menekankan bahwa seorang guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pribadi yang menjadi teladan bagi peserta didik. Menurutnya, identitas personal seorang guru yang tercermin melalui nilai, karakter, integritas, serta kecerdasan emosional memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Guru yang mampu memahami kebutuhan akademik maupun emosional peserta didik akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna dan humanis.
Sementara itu, Dr. Olivia Pasicolan menjelaskan pentingnya memandang profesi guru sebagai sebuah panggilan hidup (vocation). Ia menyoroti bahwa dedikasi, komitmen, dan rasa tanggung jawab menjadi landasan utama dalam menjalankan profesi pendidik. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membimbing, menginspirasi, dan membantu peserta didik mengembangkan potensi terbaik mereka. Perspektif ini sejalan dengan nilai-nilai spiritualitas dan profesionalisme yang menjadi bagian dari standar kompetensi guru di Filipina.
Diskusi dalam kegiatan COIL ini juga mengkaji perbandingan standar kompetensi dan kode etik guru di Indonesia dan Filipina. Peserta diajak untuk memahami keterkaitan antara identitas pribadi, kompetensi profesional, dan panggilan profesi dalam membentuk guru yang efektif serta berkarakter. Selain itu, mahasiswa dari kedua negara berbagi pandangan mengenai nilai-nilai budaya yang memengaruhi praktik pendidikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik tentang profesi guru, tetapi juga mengembangkan kompetensi komunikasi lintas budaya dan pemahaman global mengenai pendidikan di kawasan ASEAN. Interaksi langsung dengan mahasiswa dan dosen dari Filipina memberikan pengalaman belajar internasional yang memperkaya perspektif peserta mengenai tantangan dan peluang profesi guru di era global.
Kegiatan COIL ini merupakan salah satu bentuk komitmen FKIP Unmas Denpasar dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta mempersiapkan calon guru yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Diharapkan melalui kolaborasi berkelanjutan antara Unmas Denpasar dan UCV Filipina, mahasiswa semakin siap menjadi pendidik profesional yang adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan.